Selasa, 18 Desember 2018

Dakwah dengan cara nabi

Ahbab Indonesia
Berita dakwah tablig di Indonesia

Dakwah dengan Cara Nabi
Maulana Saad DBr.

Pertolongan ghaibiyah dari Allah akan datang bila ummat buat dakwah, tapi bila dakwah ditinggalkan maka nusroh ghaibiyah akan Allah cabut. Karomah mungkin masih ada namun tidak ada nusroh ghaibiyah.

Jika hari ini banyak cara-cara baru yang mengirimkan pesan agama namun dengan cara baru ini nusroh ghaibiyah tidak akan datang.
Nabi mengirim surat kepada Raja Kisra namun ia merobek Surat Nabi Maka Nabi katakan dia tidak hanya merobek surat tapi Raja Kisra telah merobek kerjaannya sendiri.
Hari ini orang kafir telah merobek Qur'an namun mereka tidak hancur karena dakwah tidak cara nabi nusrotullah ghaibiyah tidak datang.
Hari ini orang senang belajar agama dengan duduk mendengarkan lafaz agama padahal nusrotullah akan datang dengan gerak. Nabi mengirim surat dengan perwakilan yang bergerak maka nusrotullah bersama dengan gerak. Jika pesan agama dikirim melalui e-mail WhatsApp dll. Orang yang dakwah tidak bergerak maka tidak ada nusrotullah.
Dakwah infirodi berhadapan muka baru bertabligh karena ada ayat alam yang tidak tikum nazir yang menghendaki gerak.
Demikian juga belajar agama tidak bisa hanya dengan duduk di internet tetapi harus bergerak mencari suasana agama barulah nusroh ghaibiyah dari langit akan datang.
Salah satu teman Nabi mendapatkan kegunaan sehari-hari dengan nusroh ghaibiyah.
Orang-orang yang menginginkan Karomah seperti para wali dan kita pun ingin nusroh ghaibiyah seperti para sahabat.
Apa yang mengetuk nusroh ghaibiyah? Bukan sekedar mencari pertolongan zahir tapi apakah mereka mendapatkan kedekatan dengan Allah atau tidak.
Kelahiran Nabi mendatangkan keberkahan dimana api persia yang disembah telah padam.
Nusrotullah ghaibiyah sebenarnya adalah cara orang yang lebih dekat dengan Allah dalam surat al Fath, karena inilah tujuan para sahabat yaitu mendekatkan manusia pada Allah.
Mendatangkan nusroh ghaibiyah dengan dakwah ghaibiyah isikan Nabi di dalam perjalanan untuk mendakwahi seorang Badui yang meminta pemeriksaan kerasulan beliau melihat dan keesaan Allah. Maka Nabi tidak mengambil asbab zahir yaitu sahabat Nabi jadi disebut-sebut menjadi pohon menjadi saksi. Maka dengan dakwah infirodhi maka Allah turunkan nusroh ghaibiyah kepada Nabi dimana pohon datang membelah bumi dan bersyahadat 3 kali orang lt Badui tersebut masuk Islam.
Inilah contoh dengan dakwah infirodhi tujuan menginap dan nusroh ghaibiyah datang.
Kalau kota memilih dakwah cara Nabi pasti akan datang tantangan. Tapi kalau tidak cara Nabi tidak akan datang tantangan, simbangan dam sebagainya.
Ini adalah cara menemukan cara yang bisa dilakukan dengan mudah. ​​Nabi tidak bisa diganti dengan puasa solat dsb tidak dapat diganti. Karena Nabi ajarkan agama dan usaha atas agama dimana cara agama tidak dapat diganti dan cara usaha agama pun tidak dapat diganti. Kanvas tidak dapat diabaikan. Nabi per misi tidak dengarkan saya tapi lihat saya.
Maka hal yang penting kita sendiri yang dakwah infirodhi berhadapan muka dengan ada sunnah gerak yang mendatangkan nusroh ghaibiyah.
Semua Nabi bergerak di mana banyak ayat menceritakan. Kalau dengan alat itu tidak akan diterima hujjah kita oleh Allah di akhirat. Untuk membersihkan gigi dengan sikat gigi, maka tidak akan ada lagi yang bisa digunakan dengan alat-alat yang lain. Memang tujuan kita adalah gigi yang memiliki hadits-hadits yang menjelaskan fadhilah itu hanya dengan siwak.
Jibril senantiasa menasehati Nabi untuk bersiwak sampai-sampai Nabi merasa siwak akan difardhukan kepada Nabi. Tanpa siwak solat tetap sah tapi fadhilah-fadhilah siwak tidak akan kita dapatkan.
Kita suka tampil dengan penemuan-penemuan baru. Jika kita dakwah dengan alat maka akan bertentangan dengan sunnah Nabi yaitu dakwah infirodhi dimana Nabi mencari dan mendatangi ummat tidak dicari ummat. Maulana Yusuf katakan dakwah infirodhi sangat penting ketika ketika orang-orang datang dan kita sedang sibuk dalam amal infirodhi maka batalkan dulu infirodhi kita untuk mencapai orang-orang tersebut.
Temui ummat dengan jalan atau gasht yet hati kita lihat berat tapi kirim pesan agama lewat alat berjam-jam tidak bosan.
Dibandingkan dengan ceramah Nabi lebih banyak bergerak jumpai ummat.
Asbab datang nusroh ghaibiyah kedua:
Apa maksud ijtima 'yang dibuat? Supaya menghilangkan perbedaan-angka dan perasaan lebih dari saudaranya karena rusaknya ummat karena adanya kasta-kasta atau kedudukan.
Pendosa besar dalam dakwah kompilasi kita hanya mengumpulkan orang-orang dalam lingkungan yang khusus ini karena menyembelih perasaan di mana saja tujuan yang sebenarnya adalah melebur menjadi satu ummat.
Jadi yang menyatukan orang-orang ini adalah iman dan amal saja. Dalam dakwah tidak ada pertemuan khawas saja, insinyur saja, dimana hari ini perasaan ummat nabi yang satu akan hilang dan masuk ke tabaqa / kedudukan tertentu yang mendatangkan kebanggaan pada kedudukan tersebut. Nisbah ummat ummat hanya karena kita ummat Nabi saja melukis orang kaya dan miskin bertemu, orang tua dan anak muda bertemu, kulit hitam dan kulit putih bertemu.
Ushulnya para Nabi adalah bertemu semua orang. Jangan buat pertemuan orang-orang tertentu saja seperti orang kaya juga ada orang-orang kaya dalam tabligh dengan mobil ini dan itu sampai-sampai ditunjuk penanggung jawab orang kaya.
Nabi didatangi oleh Wail bin Hujr yang merupakan putra mahkota dan menyerahkan dia kepada Muawiyah yang waktu itu sangat miskin sampai tidak punya kirim. Dalam perjalanan di padang pasir Muawiyah, Anda tidak dapat memberikan dan tidak membolehkan Muawiyah menaiki kudanya. Muawiyah tetap sabar dan kompilasi Muawiyah menjadi khalifah dia tanyakan kepada Wail hebat mana kedudukanku sekarang dengan kuda mu dulu? Merebutkan kata maaf. Orang tua berkat sabar Allah angkat derajat dan orang baru sadar kesalahannya.
Wali dengan karomahnya mendatangkan keajaiban namun nusroh Allah tidak datang karena ummat tidak semakin dekat kepada Allah.
Nabi tunjuk Bilal untuk jadi muazin untuk merobek kesan ke kedudukan.
Orang-orang Quraisy meminta Nabi dakwahi mereka tapi tidak mau bergabung dengan orang-orang miskin dan Nabi berkeinginan untuk memenuhi keinginan mereka agar orang-orang kaya Quraisy masuk Islam. Maka Nabi mengatakan kepada sahabat miskin agar tidak melakukan, tetapi mengisi Nabi sedang dakwah pada orang-orang Quraisy yang kaya orang-orang maka seorang sahabat miskin dan buta yaitu Abdullah bin Maktum datang ingin ikut mendengar dakwah Nabi namun kebutaannya tidak tahu Nabi sedang dakwah pada orang kaya saja . Maka Nabi bertolak belakang dengan tampilan tampilan Abdullah bin Maktum. Maka Nabi peramaan Ali untuk merobek surat keterangan pertemuan dakwah khusus tersebut.
Baca hayatussahabah agar dakwah kita semakin mendekati dakwah nabi dan sahabat.
Maka siang hari gerak jumpa ummat dan malam tahajud. Inilah 2 hal yang mendatangkan nusroh ghaibiyah yaitu dakwah dan ibadah.
Nabi perakuan seorang sahabat bernama Aktam yang biasa keluar bersama orang-orang kaya agar keluar bersama ajnabi yaitu orang-orang yang tidak kenal karena akan ada tarbiyah. Jika keluar dengan orang-orang yang kenal saja maka ia akan selalu dimuliakan tidak ada uang tarbiyah.
Perintah Nabi berikan salam yang dikenal dan tidak dikenal, jika hanya pada yang dikenal saja maka di sini tanda kiamat. Nabi lebih banyak dakwah infirodhi dan pelaksanaan ijtima hanya 2 kali saja yang mencampur ayat ijtimai turun untuk disampaikan kepada orang banyak atau orang-orang yang tidak terpakai, Nabi utus sahabat untuk sampaikan bagi kaum tersebut.
Maulana Ilyas: datang kemari beberapa hari kemudian, jangan tinggal di sini terus-menerus merusak dakwah karena akan timbul rasa nyaman. Maka datang ke markaz untuk bergerak ke mesjid-mesjid. Kita akan bersatu jika Anda menggunakan amal mesjid masing-masing bukan karena adanya markaz. Ilmu dan iman ini di mesjid bukan di markaz mana setiap mesjid bagaimana mungkin ada Pelajaran ilmu dan iman. Tidak ada tempat tarbiyah selain di mesjid bukan di tempat-tempat tertentu. Nabi katakan bahwa orang-orang yang mondar mandir di mesjid maka saksikan dia orang beriman. Jadi masjid bukan untuk solat saja padahal bukan itu saja, solat merupakan satu amal mesjid. Memang mesjid adalah tempat sujud tapi solat sendiri tidak hanya sujud saja tapi ada berdiri, rukuk, i'tidal dan lainnya.
Umar ra tuas kabar mesjid di Syam kepada Abu Umair al Kindi apakah di sana ada satu orang yang melihat di mesjid ada halaqah tapi tidak ada yang dikenalnya maka dia pergi tetapi ada yang dikenalnya barulah ia bergabung. Maka jawablah sahabat bahwa semua bergabung dalam banyak halaqah.
Usahakan bertahta bertebaran menurut Abdullah bin Abbas dalam tafsirnya adalah, setelah solat bergerak dengan duduk dalam majelis taklim. Hari ini orang menyangka setelah solat, karunia Allah diucapkan di luar mesjid, inilah kejahilan yang besar.
Ajak orang lain dari lingkungan lalai menuju masjid, jangan habiskan Waktu berlama-lama dakwah di suasana lalai yang berbatasan dengan dirinya sendiri. Di mesjid akan datang sakinah dan suasana malaikat.
Abu Hurairah ajak orang-orang di pasar ke mesjid. Berzikir di tengah-tengah para malaikat inilah zikir akbar mencampur Allah yang membangga-banggakan kita, karena jika kita mengingat Allah itu biasa.
Maka bertebaran di muka bumi adalah menyebar di lantai bukan di kursi dengan sepatu. Kipun diartikan keluar berdagang artinya tidak dagang terus. Tapi dibolehkan atau menitakan untuk berdagang. Ayat sebelumnya adalah mendatangi masjid untuk solat jumat dan transit kesibukan dagang. Jadi jika ada perintah setelah larangan tidak dibolehkan, karena ada juga yang tidak berdagang tapi mengantar jenazah dll, jika berarti perintah maka semua harus berdagang.
Nabi per lingkaran sahabat untuk membuatkan kemah di mesjid untuk orang-orang pendosa mereka melihat suasana mesjid. Artinya di mesjid bukan hanya untuk solat saja tapi tempat tarbiyah. Tawanan perang juga ditempatkan di penjara. Karena pendosa bukan untuk disakiti tapi untuk ditarbiyah.
Ketika pendosa datang mengakui kesalahannya maka Nabi dan sahabat mencari alasan seperti dia tidak melakukan kesalahan agar tidak dihukum. Hari ini orang yang belum pasti sudah menelepon langsung. Seorang mengaku mencuri onta tapi Ali katakan mungkin kamu melepas ontamu sendiri. Nabi juga katakan kepada seorang mengaku berzina bahwa mungkin kamu hanya pegang-pegang saja. Hari ini kami hanya ingin menghukum orang padahal, Nabi selalu ingin menyelamatkan semua manusia.
Tufail menutup telinganya karena isu-isu tentang Nabi, namun tetap melihat bentuk-bentuk Nabi, bukan hanya untuk orang-orang, tetapi juga bagi mereka, masuk ke dalam Islam dan dapat tasykilan 80 KK besar termasuk Abu Hurairah. Inilah kekuatan satu orang yang bergerak dengan sungguh-sungguh.
Ketika orang-orang enggan jaulah karena hujan maka Maulana Ilyas mengatakan kereta api tidak berhenti karena hujan dan orang-orang beraktifitas dunia tidak ada yang berhenti karena hujan maka mengapa untuk tubuh kalian berhenti gara-gara hujan.
Maka jangan berhenti karena Allah akan ganti orang-orang Mekah tidak mau bergerak maka Allah gantikan dengan burung Ababil.
Tabligh bukan hanya semata-semata namun bergerak meskipun hujan.
Nabi doakan di mesjid untuk kaum yang melibatkan kemarau, air hujan bercurah, curah hujan di tempat mereka. Kemudian mereka mengadu lagi karena hujan terus-terusan.
Hari ini orang beralasan itu kan Nabi, ini suuzon pada Allah, padahal apa yang diberikan pada Nabi bisa juga Allah berikan pada Ummat.
Bergerak di depan ummat lalu berdiri di depan Allah.
Ibrahim diuji oleh Allah apakah ingin selamat dari musibah atau mencari cari ridho Allah? Maka Ibrahim memilih ridho Allah wa ditawari oleh malaikat yang kekuatannya sangat besar.
Hari ini kami mohon agar membantu kami, ini bertentangan dengan cara Ibrahim as.
Bila cara Nabi dibuat maka pertolongan Allah juga akan datang walau tidak ada lagi Nabi. Tapi walau ada Nabi tapi tidak buat cara Nabi maka pertolongan Allah tidak akan datang.
Selesaikan masalah di mesjid, bukan demo di depan makhluk. Sahabat kompilasi lapar perginya ke mesjid. Hari ini langsung demo dan mogok. Seharusnya mengisi lapar kemudian puasa dan selesaikan masalah ke mesjid. Ketika lahar datang, Umar ke mesjid kemudian perintahkan Tamim Dari yang menekankan karomahnya dengan mengatakan aku ini siapa agar menghindari dikagumi orang. Maka Tamim menghalau lahar seperti menghalau kambing. Waktu tinggal telah jauh dari sekitar 400 tahun setelah itu maka lahar datang kembali.
Selesaikan solat dan cari falah juga di mesjid. Bukan solat di mesjid tapi falahnya di pasar. Tapi kerjakan solat dengan ilmu. Namun tidak semua yang mempelajari itu ilmu. Ilmu adalah apa yang Allah inginkan untuk saya kerjakan saat ini dengan cara Nabi mengumpulkan ilmu, ilmu yang ada dengan agama.
Jika kedekatan dengan ilmu keduniaan di atas ilmu para anbiya adalah ciri-ciri orang kafir, termasuk kebanggaan kaum-orang terhadap benda-benda yang digunakan oleh para anbiya.
Maka kebanggaan kepada benda-benda yang tidak ada apa-apanya di akhirat adalah kebanggaan orang kafir bukan orang beriman.
Setiap orang punya kebanggaan tapi kebanggaan kita adalah Qur'an dengan menjadi hafiz dan alim.
Kebodohan dalam diri ummat hari ini adalah mencampuradukkan jika hanya memiliki ilmu agama tanpa ilmu dunia.
Allah sengaja menurunkan dunia orang beriman agar nantinya disempurnakan di akhirat. Orang kafir disempurnakan oleh Allah dunianya karena tidak ada bagian akhirat.
Hati-hati kalau ada ahbab yang tidak bisa menjadi ahli agama karena akan datang azab Allah.
Satukan orang alim dengan ummat dengan sama-sama bergerak, jangan sampai ulama merasa Sudah Menerima dan belajar. Perumpamaan Nabi adalah seperti awan yang mengubah hujan bukan sumur, yang turun pada 3 macam permukaan tanah. Awan bergerak sesuai perintah dimana dia akan turunkan hujan. Demikian juga ulama, jangan katakan kalau mau belajar silakan temui saya kalau tidak terserah kalian, tapi ulama yang mencari ilmu sampai pada semua ummat.
Agama dan cara membawa agama harus dijaga dengan tertib kenabian, yaitu targhib dan tertib.
Nabi akan memberikan hukuman kepada ulama yang tidak ajarkan agama untuk orang awam dan juga marah kepada orang yang tidak mau belajar agama.
Nabi ancam kaum Asy'ari yang tinggal di sini pintar agama tapi tidak ajarkan agama kepada masyarakat sekitar yang masih bodoh. Akhirnya mereka bergerak selama misi ilmu pengetahuan.
Seorang pembunuh bertaubat dengan syarat gerak, mengukur mulai gerakan ia meninggal maka Allah perintahkan malaikat mengukur jaraknya ke kampung tempat dia akan belajar hingga:
- jaraknya dekat sejengkal ke
- Allah mengirim angin balikkan badannya dekat ke kampung tujuan
- Allah perangko bumi hingga akhirnya dekat dengan kampung tujuan
Bergerak mendatangkan ampunan Allah, mencampur orang tua terpeleset di jalan Allah Allah, ampunkan dosa-dosa nya.
Bergerak akan keimanan dan kemunafikan dari orang-orang munafik minta ijin pulang.
Nabi bergerak dalam musim panas di Khaibar dan musim dingin di Tabuk barulah paham ilmu agama.
Bergerak mengambil kemurtadan Istilah Usamah bin Zaid.
Bergerak dari takaza hanya jika ada wc, tombol, dsb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar